Rasa Puasa Bandara

 Setiap memasuki akhir puasa, bandara merupakan tempat yang paling ramai dikunjungi oleh mahasiswa, perantau, orang dewasa dan lain sebagainya. Tempat yang dimana semua orang atau manusia ingin merasakan kembali tawa bahagia, sedih, gelisah hingga berbagai ekspresi yang tidak bisa kuucapkan. Selama 5 tahun menempuh perkuliahan, kurasa banyak sekali momen yang terkuir di sini. 

Bandara bukan sekedar tempat transit; ia adalah saksi bisu dari begitu banyak perasaan yang tertinggal di ruang tunggu. Ada yang datang dengan harapan bertemu keluarga setelah berbulan-bulan merantau, ada yang pulang dengan rindu yang menyesakkan dada, dan ada pula yang berangkat membawa ambisi yang membara. 

Aku masih ingat pertama kali menginjakkan kaki di sini sebagai mahasiswa baru. Rasa takut bercampur antusias memenuhi dadaku. Setiap sudut bandara seolah berbisik tentang petualangan yang menantiku. Namun, semakin bertambahnya waktu, bandara berubah menjadi tempat penuh kenangan. Perpisahan dengan teman, pelukan terakhir sebelum kembali ke tanah rantau, hingga senyum bahagia saat menyambut kedatangan orang-orang tersayang.

Bagi sebagian orang, bandara adalah tempat yang melelahkan. Antrian panjang, suara pengumuman yang tiada henti, dan waktu yang terasa berajalan lambat. Tapi bagiku, bandara adalah tempat belajar. Belajar tentang kesabaran, tentang bagaimana setiap pertemuan selalu diiringi perpisahan, dan bahwa setiap pulang pasti diikuti oleh keberangkatan. 

Baru-baru ini, aku mengalami sahur di bandara. Pengamalan yang awalanya kupikir akan sederhana ternyata begitu menantang. Mencari makanan di tengah malam dengan waktu yang terbatas membuatku sadar betapa berharganya momen sederhana seperti sahur di rumah. Di bandara, semuanya serba cepat, namun juga terasa lambat saat kelaparan mulai menyergap. 

Dan kini, di tahun kelima perkuliahan, aku sadar bahwa rasa puasa di bandara bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ini tentang menahan rindu, menanti pertemuan, dan menghargai setiap momen yang ada. Karena di setiap kedatangan dan kepergian, ada cerita yang tak pernah habis untuk dikenang. 



Komentar

Postingan Populer